Friday, October 3, 2014

Siapa dia ?



Senja itu, disaat mentari akan terbenam dan malam akan menggantikan keindahanya. Keindahan sebuah mahakarya ciptaan tuhan. Angin yang berhembus dari satu pohon, ke pohon yang lain. Menjadikan dahanya bergoyang, menari, seakan ada alunan musik yang menyertainya. Menyejukan, namun sedikit kering.

Senja itu, Ku berdiri diatas bus yang penuh. Bus khusus wanita yang di dalamnya terdapat rombongan anggota studi sekolahku. Aku ditugaskan menjaga dan mengiringi bus itu sampai di tujuan. Bus tua hitam dengan pendingin alami dari luar. Yang bahkan bila ditanjakan harus diselipkan batu di rodaya agar tidak jatuh ditanjakan. Tak nampak mewah.

Senja itu, ku berdiri di samping pintu belakang. Seperti kenek metro mini yang lalu lalang di jalan-jalan ibukota. Ya, di bus ini hanya aku, temanku, dan pak sopir yang lelaki. Selebihnya kaum akhwatlah yang mendominasi. Karena melihat kondisi bus yang penuh dan sudah tua. Ditambah lagi yang semua isinya adalah wanita remaja. Kami, panitia takut bila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan di jalan. Maka diutuslah kami berdua.

Senja itu, saat semuanya asik bercengkrama. Menghilangkan bosan dan mengisi waktu luang dalam perjalanan. Ramai, riuh suasana bus ini. Mungkin karena mayoritasnya adalah kaum akhwat. Aku berusaha membaur. Kulihat baris belakang yang tepat berada dibelakangku. Seorang wanita yang membuatku selalu tertuju padanya setelahnya. Sedikit gugup, Entah kenapa aku selalu gugup saat bersanding dengan wanita cantik.

Senja itu,saat kegugupanku kusembunyikan. Kubuka obrolan dengan sesuatu yang ringan, menyenangkan dan kubuat seramah mungkin. Senyaman yang kubisa. Ya hanya pada saat itu, biasanya aku selalu acuh dan tidak peduli apa yang mereka bicarakan. Namun entah mengapa aku sedikit tertarik dengan yang satu ini. Wanita cantik dengan kerudung dan senyum diwajahnya yang tak bisa kulupakan.

Bodoh, hingga kami semua sampai di tempat tujuan tak ada sedikit informasi yang bisa kuproleh darinya. Bahkan aku tidak sempat menanyakan namanya. Hanya wajah dan senyumanya yang selalu kuingat. Tidak lebih. Sesampainya disana, Acara demi acara dan semuanya berlalu begitu cepat. Tiga hari yang melelahkan dan penuh tanda tanya. Ketidakpastian dan keinginan untuk mengenalnya lebih jauh. Aku berjanji pada diriku sendiri untuk bisa mengetahu siapa nama wanita itu.

Tugasku ialah koordinator lapangan serta merangkap sebagai MC. Aku dipilih karena pembawaanku yang santai, pandai berbicara, dan tidak tau malu. Walaupun aku sudah terbiasa namun kali ini berbeda. Aku gugup, karena di salah satu audiencedi depanku kulihat wanita tadi. Mampus, pikirku. Dia selalu saja duduk di depan. Membuatku selalu ingin melihatnya dari depan. Tapi aku tau, kali ini pasti semua mata sedang tertuju padaku dan sangat bodoh bila aku selalu melihatnya dari depan. Setiap saat kujalani rutininitas seperti itu disana. Melihatnya dari jauh dan berharap akan ada kesempatan berbincang lagi denganya. Kali ini, Aku bahkan malu untuk bertanya bahkan sekedar mendekat saat ada waktu bebas.

Saatnya pulang, semua sudah siap untuk kembali ke jakarta. Meninggalkan dinginya puncak dan asrinya suasana desa. Kembali ke kota tempatku menuntut ilmu. Memang nasibku sedang baik kali ini, aku ditempatkan di bis itu lagi. Yes. Tak akan ku sia-siakan kesempatan ini. Sebelum pergi meninggalkan vila. Kami diberikan sesi berfoto untuk mengabadikan kenangan disana. Bersama yang lainya. Sekedar hanya menampakan muka atau ikut membaur dengan selfie seara bersamaan. Saat itu aku tak membawa kamera. Sial, gumamku. Aku lalu sekedar ikut meramaikan saja sesi berphoto saat itu. Dengan tangan kiriku memegang handy talkie aku berphoto selayaknya bos bos besar. Haha.
Sedang asyik berselfie ria ternyata. Entahlah mungkin aku sudah terkena sihir atau apa. Namun kali ini, saat aku tau wanita tadi sedang asyik berfoto. Selalu saja inginku tatap dirinya, memerhatikan semua gerak geriknya. Tak pernah bosan. Kuberanikan diri untuk mendekat. Yaa seperti biasa, aku gugup saat bersanding dengan wanita yang kusukai. Sekedar menyapa dan saling berbagi senyum di akhir acara.

Yes, yes, yes, aku diajak berphoto bareng dia. Yaa walaupun bareng teman-temanya juga namun ini merupakan sebuah kemajuan yang besar pikirku. Dengan senyumku yang tak ramah lingkungan kucoba untuk tak gugup. Menghadap kamera dan tersenyum.

Saatnya pulang, semuanya kembali kedalam bus. Asap hitam keluar dari knalpot bus tua ini yang menandakan bus ini siap untuk berangkat. Seperti saat berangkat waktu itu. Aku kembali berdiri disamping pintu belakang. Bersiap untuk menaruh batu di roda bus saat keadaan bus tidak memungkinkan. Tak ada yang berbeda saat itu. Tatanan duduk peserta sama seperti saat kita berangkat 3 hari yang lalu. Dan ya. Wanita itu kembali duduk dibelakangku.

Waktu nampaknya telah memberiku jalan. Tak akan kusiasiakan kesempatan ini seperti saat berangkat 3 hari yang lalu. Obrolan-obrolan ringan dan kamipun mulai terbawa suasana. Semilir angin yang berhembus membuatku bergegas menutup pintu belakang. Banyak orang disana, namun yang kuperhatikan hanyalah wanita itu. Mataku selalu memakai mode autofokus apabila dia berbicara. Mengindahkan yang lainya dan larut dalam senyuman senyuman kecilnya.

Lelah. Setelah banyak yang kita bersama obrolkan aku memutuskan untuk menyudahi semuanya. Meninggalkan dia dan kawan-kawanya. Dan mulai menyalakan handphone untuk medengarkan lagu. Aku tau mereka juga pasti lelah karena 3 hari disana penuh dengan kegiatan. Apalagi mereka adalah kaum akhwat yang mungkin akan lebih merasa lelah dibandingku. dan yaa benar saja. Sebagian dari mereka langsung lelap sepeninggal obrolan tadi. Aku jadi merasa sedikit bersalah karena mengajak mereka ngobrol. Tapi tidak dengan wanita tadi. Dia malah asik memotret teman temanya yang terlelap. “lucu kak” katanya. Aku hanya tersenyum.

Perjalanan yang melelahkan. Hingga tak terasa kita semua sudah hampir sampai di tempat tujuan akhir. Di sekolah. Namun sebelum itu. Hampir saja aku lupa untuk menanyakan namanya. Aku beralasan ingin mengetahui nama mereka satu persatu. Agar aku bisa mengetahui nama si wanita tadi tanpa dicurigai oleh yang lainya. Semuanya aku tanyakan satu persatu. Namun yang jadi perhatianku sepenuhnya adalah nama dari wanita tadi. Sebelumnya aku selalu acuh masalah nama. Biasanya aku hanya mengetahui wajahnya tanpa mengetahui nama seseorang. Namun kali ini rasa penasaranku muncul sebab wanita itu. Hanya namanya sajalah yang aku ingat. Selebihnya lupa. Karena memang dari awal tujuanku adalah untuk mencari tahu siapa namanya.

“Nita, ka. Yunita”

Yunita ?
read more

Wednesday, May 28, 2014

Masih berani ?


Cinta…
Amarah…
Sakit Hati…
Galau…
Kata-kata yang sering gue denger tentang penyebab banyak remaja mengalami gangguan mental tingkat godzilla. Gue sebagai pakar cinta level galaksi internasional arbiterasi yuridiksi suspensi dan strategi. (Halah) akan ngebahas masalah yang menurut gue ga akan ada abisnya untuk dibicarakan. Watch and learn.!
Siap Jatuh Cinta ?, Berarti anda siap untuk menahan semua sakitnya.

Saat gue masih SD, Gue pernah suka sama cewek, dia orangnya lucu, imut, apalagi rambut panjang yang selalu dijepit dibagian poninya. Ngangenin. bawaanya pengen ngemutdeh kalo ada dia. Kita dulu piket bareng, kalo gasalah hari jum’at. Dia selalu datang kesekolah dengan sepeda warna pink.

Kita piket bareng, kadang dia yang nyapu lalu gue yang ngepel. Ataupun sebaliknya. Keliatanya sepele sih. Tapi buat gue dulu itu berkesan banget. Dikelas juga dia orangnya supel. Gampang digauli dengan orang lain. Dan itulah yang bikin gue dulu kesengsem.

Saat itu, saat istirahat sekolah. Di pintu kelas, disambut dengan senyumnya seperti biasa. Gue bilang ke dia kalo gue suka sama dia, dan ngajak dia buat jadi pacar gue. Dan akhirnya, saat itu juga... kita jadian. Gue udah mikir yang macem macem waktu itu, mau beliin dia boneka, robot robotan yang di abang abang. Atau stik sosis yang diputer puter pake telor. Intinya sih gue terlalu bahagia waktu itu.

Saat itu, Dihari itu juga, Saat pulang sekolah. Di pintu kelas, disambut dengan senyum datarnya. Dia bilang ke gue.
“Kita Putus..!”

Jadi ? Masih siap untuk jatuh cinta ? Walaupun banyak terjadi hal kaya gini.

1. Ditolak
Andai, kalian udah pedekate selama 17 tahun, iya. Dari jaman masih zigot. Kalian udah ngelakuin apapun yang bikin si doi kesengsem. Entah itu jadi tukang ojek 25 jam. Free Consultant, Body Guard, macem macem deh. Rencana penembakan juga udah kalian rencanakan dengan matang, Pake kue, Baju paling bagus, Badut, topi kerucut, sama ngundang bocah bocah.Namun naas, di hari Hnya malah ditolak. Rasanya tuh, kaya ditonjok. Ditonjok komodo.
Tingkat Gangguan Mental : 7
Apa yang harus lo lakukan : Cari yang laen. Dari 320 juta penduduk di Indonesia masa gaada yang mau sih. Neneknya bisa tuh digebet.









2. Digantung
“Kenapa lu riz diluar mulu ? Galau ?”
“Engga jar, nyari angin doang” – Moriz, Jomblo Angin Anginan.
Ini adalah tipe dimana kedua belah pihak masih belum bisa memutuskan. Intinya sih masih sama sama galau. Biasanya ada satu hal yang masih ngeganjel gitu. Jadi ya kalau masalah kalian kaya gini, sebaiknya sih diomongin aja kedepanya. Biar ga terlalu harap harap cemas nungguin kepastian yang engga akan pernah pasti.
Tingkat Gangguan Mental : 8
Apa yang harus lo lakukan : Buat keputusan.! Masih ada neneknya kok.




3. DiPHPin
Gausah banyak deh untuk yang satu ini. Cukup resapi aja kalimat ini.
“Dia yang PHP ?, Atau lo yang terlalu ngarep ?”
Siapa tau aja gebetanlu emang orangnya terbuka sama semua orang. Dan gak sama lo doang.
Tingkat gangguan mental : 8
Apa yang harus lo lakukan : Pake prinsip maling, bila satu pintu tertutup, cari yang terbuka.


4. Cinta tak terbalas
Jadi ceritanya lo tuh udah suka banget sama si anu. Tapi lo terlalu takut untuk sekedar nyapa atau ngobrol dengan si anu. Jadilah lo secret admirernya si anu. Yang mencintai si anu dengan tulus, namun tak pernah bisa tersampaikan. Selalu malu tiap ketemu.Selalu curi curi pandang, Selalu jadi stalker setianya dimanapun dia berada. Selalu mengagumi dalam sepi. Hey mbloooo…. Heeyyyyy… ikan.! Kalo ga ditangkep ya gamungkin kan berenang ke jaring kita sendiri ?.
Tingkat gangguan mental : 10
Apa yang harus lo lakukan : Buktikan kalo lo tuh ADA..! seengganya nyapa atau basa basi sedikit. Jangan diem. Diem. Diem. gabakal ada kemajuan.!


5. Kangen setengah idup
Kalo udah kangen, biasanya mah susah. Pacar gabales BBM 50 detik juga bakalan diberondong Ping…! Atau si doi udah seharian ga ngontak kita, hape sepi. Perasaan ga tentu. biasanya nih kalo udah begini bawaanya tuh jadi pengen suudzon terus. jangan jangan dia lagi jalan sama gebetanya ?. jangan jangan lagi smsan sama gebetanya ? atau jangan jangan lagi ngajarin neneknya maen path ?
Tingkat gangguan mental : 7
apa yang harus lo lakukan : invite neneknya di path, dan liat neneknya lagi ngapain aja.


6. Diacuhkan
Udah tau daritadi kita ping…! Eh malah bisa bisanya si doi maenan path sama neneknya. atau engga lo udah sms dia daritadi namun balesanya nihil. Tapi giliran di BBM dia malah jadi artis RU*. Gimana ga gondok tuh ?.
*Recent Updates, Semacam pemberitahuan tampilan profile dan pesan status.
Tingkat gangguan mental : 7
Apa yang harus lo lakukan :Sabar aja, siapa tau neneknya emang engga tau cara maenin path.



7. Dikhianati
Ternyata si dia MESRA MESRAAN sama orang lain di BBM !. Ternyata si dia malah jalan sama cowo lain !. bohongnya jalan sama neneknya.! apa sih yang kurang dari kita ? kalo ada juga ya diomongin bisa kali ya ?. atau engga kodein atau apa kek.!.
Tingkat gangguan mental : gue sih biasa aja, gatau deh kalo yang lain.
Apa yang harus lo lakukan : Putusin.! Buat apa ngejaga hati buat orang yang gamau jaga hatinya buat kita. Inget. Cinta Harus Memiliki.!







8. Diputus
Gaada angin gaada ujan tau tau dia bilang Putus. Emang seenak jidat lo !. biasanya tipe tipe kaya gini adalah tipe player yang suka gonta ganti pasangan. Jadi ya dari awal juga harusnya lo udah survey dulu, gimana tipe gebetan lo itu. Biar ga menyesal di kemudian hari. Kadang hidup emang ga berjalan sesuai dengan kehendak kita. Jadi ya, biasa aja.










Fajar Fachri Maulana 28/05/2014
Imaged by Google
Terinspirasi dari Kaskus
read more

Sunday, May 18, 2014

Gaenak Diawal.

Versi Orang lain yang pacaran.

“Yang, aku udah ngirim permintaan bertunangan tuh di facebook. Terima dong” kata moriz lugu
“Iyaa ayaang, sebentar yah.” Kata cewenya manja
“udah beluum ?” Tanya moriz
“ko gaada yang ?” Tanya cewenya dengan satu alis diangkat keatas
“tadi udah aku kirim ke fbmu yang  Aqhooh Chelaloe Terchakiti Part 1” moriz bingung
“IIhhh itukan fbku yang lama, Sekarang aku yang Part 2. Kamu gapernah pengertian ah” mulai cuek
“Ya tapikan aku gatau kalo fbmu ada 2 ?” moriz mencoba membela diri
“ada 3.! Yang Part 3 juga adaa aaahhh kamu mah gitu” tekanan darahnya naik.
“Tapi tapi tapi” Hati moriz dag dig dug
“Kita Putus.!” Bentak si cewek dengan idung yang udah kembang kempis ga karuan.

Gue juga gangerti. Akhir akhir ini diberanda facebook gue udah kaya kantor KUA. Rame banget sama orang jadian. Mending kalo satu. Nah kadang sampe 3 biji. Itu mereka ngadain pacaran masal apa sunat masal bareng pacar ?

“Samaniee Metal Kuadrat Berpacaran dengan Akuh boetoeh pelukmu Jilid 1
“Morizz Rezpektors Makin Gila Tinggal serumah dengan Nur Laela Hanipah Yanginginclalutersenyum
“Fachri GM Bertunangan dengan Yunita Clalu Cyang.

Bukanya gue iri ya. Engga. Kadang risih ajasih gitu liatnya, seakan gapunya toleransi dalam berasmara. Seakan facebook punya mereka berdua doang kali. Padahal banyak spesies jomblo (ngenes) di facebook yang belum tentu bisa terima. Ya taulah kalo doa orang yang teraniaya biasanya gimana. Haha
Udah gitu nanti tuh status dikomen sendiri. Entah itu dari yang ga serius. Sampe yang super duper ga serius. Intinya sih Cuma mau ngasih tau secara tersurat “Weh ini lho cewe gue” Padahal mah gue juga bodoamat. Gaada yang peduli. Maulu pacaran cowo sama cowo. Maulu pacaran sama cowo yang udah punya cowo juga ga ada yang peduli.

Oke disini bakalan gue bagi jenis jenisnya. Apa aja yang ngeselin dari mereka.

1. Si Kutil.
                Kalo udah jadian nih. Biasanya mereka berdua ini udah kaya kembar siam yang belum sempet dipisahin. Ato ga kutil. Mereka kaya udah ga peduli sama sekitar. Bawaanya pengen berduaan mulu. Kadang gue mikir ini mereka eeknya juga berdua ?. tapi Biasanya sih ya si kutil ini tipe yang paling sering dapet sumpah serapah dari para jones. Percayalah. Jones juga manusia biasa yang ada batas kesabaranya. Jadi tolong. Tolong hargailah mereka dengan berpacaran pada tempatnya. Bukan pacaran disembarang tempat.



2. Si Update
                Karena lagi anget angetnya masa pacaran. Tipe yang kaya gini biasanya lebih parah dari yang tipe 1. Biasanya adalah gabungan dari si kutil dan social media maniac. Kenapa ? karena mereka mengumbar kemesraan mereka ga Cuma di dunia nyata doang. Namun di dunia maya juga. Updatean mereka juga biasanya ga guna. Cuma sekedar “lagi jalan bareng anu” “si anu baik banget sih” “Ih anu jahat” “eh anu ngapain nyempil nyempil disitu” “makasih yah anu udah nemenin aku”.
Kalau kalian tipe yang kaya gini. Bertobatlah. Jones maha melihat.



3. Si Social Media
                Agak mendingan, biasanya tipe yang kaya gini Cuma ngumbar di jejaring social doang. Entah itu dibio twitter, status facebook, BBM, pokonya ini tipe yang paling rendah frekuensi sumpah serapah dari para jonesnya. Karena biasanya tipe yang kaya gini ga terlalu menonjol di real life mereka. Melainkan hanya sebatas di social media. Tipe kaya gini juga kebanyakan adalah para pasangan LDR yang sebenarnya jomblo namun punya ikatan kemanusiaan.



4. Si Alay                
Gatau sih ini masuknya lebih ke golongan yang mana. Makanya gue bikini klasifikasi tersendiri. Sepet aja mata gue liatnya, berasa mereka ini ga punya kehidupan normal. Mulai dari nama, Poto profil FB, Sampul, Status, pasti semuanya gada yang jelas. Nama fiktif macam “Moriezz rezpektot grusak grusuk”. Alamat Dihatimu, Poto profilnya Naruto. Gaada yang jelas. tipe kaya gini ini menurut hasil survey gue (cielah) biasanya adalah anak sd yang terkena puber di usia dini. Atau anak smp pengen gaul namun tidak bersertifikat. SMA ? biasanya udah pada tobat.


Sekarang Yang kedua, Gimana kita yang pacaran melihat orang orang menyebalkan disekitar.

1. Si Toa Masjid.
                Misal, lu baru aja jadian nih. Pengenlu sih diem diem aja supaya ga banyak wartawan gadungan yang bakalan ngikutin lu kemana mana. Namun naas. Belum sempet lu mikir strategi buat jawab interview temenlu itu satu persatu, si gembel satu ini malah jadi toa masjid. Hancur dah rencana lo buat ngeles.
Apa yang harus lo lakukan : Panggil toa masjid tadi, suruh dia mendekat. kecup keningnya, tutup matanya. Tidurkan dilantai Lalu bisikan “Ashadu’alailaahailallah, wa asyhaduana Muhammadarasulullah”  lalu kubur.



2. Si Wartawan.                
Kelanjutan dari si tipe 1 tadi. Setelah pesan bahwa lu baru aja jadian tersebar ke khalayak. Pasti bakalan ada aja oknum oknum yang pengen banget tau tentang persoalan lu. Jadilah lu kaya topeng monyet yang dikerubutin anak kecil.  Bedanya sekarang monyetnya elu dan anak kecil tadi adalah temen temen so kepolu. Biasanya juga ada momen momen nyelekit dimana terlontar pertanyaan pertanyaan yang seharusnya mereka udah tau jawabanya. Kaya misal.

“Lu suka cewe juga ?”
“Ko bisa sih ?”
“Pake dukun lu yah ?”
“Bokapnya sunat dimana tuh cewe?”
Terus gue mesti jawab apa ?
Apa yang harus lo lakukan : Ceritain aja semuanya, Mulai dari Judul, Landasan teori, Manfaat, Tujuan, Ide Penunjang sampe bagian terimakasih pada juga jangan sampe lupa. Nanti juga mereka bosen sendiri.


3. Si cie cie gajelas               
 “Cieee jalan sama cewenyaa”
                “Cieee beduaan ajaa kaya biji”
Alif fatha A, Sin Dhommah SU. A SUdahlah. Tipe kaya gini sih lebih mirip paduan suara berjalan. Yang nyebelinya apa jar ? ya misal lo laagi dikantin di cie ciein, di kelas di cie ciein, di wc di cie ciein. Horror.

Apa yang harus lo lakukan : Lamar neneknya, dia gabakalan berani nyie nyiein elu lagi. Gue jamin.



4. Si ngemis                
Terkutuklah pencipta PJ, PJ disini bukan Pilot Jet di mesin motor yah tapi Pajak Jadian. Gue juga ga abis pikir. Jadian aja ada pajaknya, putus ada pajaknya. Mungkin dijaman adek gue nanti ke wc aja ada pajaknya. Jadi misal adek gue abis dari wc terus pas masuk kelas temen temen sekelasnya pada bilang “Ciee ciee abis dari wc, PW dong Pajak wc.” Terus ade gue bagiin eenya kesemua temenya.



Mungkin itu dulu. Niat gue sih sebenernya biar ini blog ga kosong aja. Makasih yang udah mau baca.


Fajar Fachri Maulana, Jakarta 18/05/14
image by : google.com
read more

Sunday, April 6, 2014

Dari Gurem ke Rada Gurem




Saat itu, Gue lagi duduk dikelas dengan pandangan tertuju ke cewek. kesebuah kertas. Isi kertasnya sih angket pilihan ekskul. Jadi berbagai macam pilihan ekskul di sekolah ada disitu. Banyak deh pokonya. Gue tinggal disuruh nyontreng aja. Kriteria ekskul pilihan gue sih simple ga terlalu cape tapi seru. Sekolah dah 9 jam + ekskul capemah hadeh. Akhirnya dengan segenap jiwa raga, memisahkan yang hak dan yang bathil. Gue milih ekskul 

FUTSAL.

Kenapa futsal ? karena gue mikir anak futsal pasti macho men. Giring giring bola doang apa susahnya sih. Dah Fix, gue bakalan masuk ekskul futsal. Gue urek urek itu pilihan futsal pake pensil 2B buluk yang nemu di kelas. Sebenernya pilihan gue waktu itu ada 2. Futsal sama taekwondo. Taekwondo sih buat ngelanjutin ekskul dari SMP. Itung itung bisa nabokin anak orang dijalan.

Tuh kertas dah gue kumpul, gue sih biasa aja. “HAHAHA 75 Sebentar lagi gue akan terkenal” walaupun sampe sekarang tetep ga terkenal. Gue Diem, Termenung dan mikir lagi, kayanya ada yang kurang. bentar bentar. Futsal ya ? Emang gue punya baju futsal ?. emang gue ada celana futsal ? sepatu ? kaos kaki ? sarung tangan ? (FYI : posisi gue kiper utama di kelas, ga sombong). Akhirnya gue urungkan niat gue itu. Gue gajadi masuk ekskul futsal. Walaupun kertas angketnya udah dikumpulin. Biarin lah gausah pake ekskul-ekskulan. Taekwondo ?. gue ngeri cedera selangkangan gue terulang.

Ada kali sebulan lebih gue ga punya ekskul. Emang dasarnya gada niat sih buat ikut. Sampai akhirnya ada guru nenek nenek, bawel, suka ngomel yang gue baru tau namanya ialah bu endang. Bilang dengan semangat berapi api.

“Kalau kalian ga punya ekskul, itu berarti kalian ga tuntas satu mata pelajaran”

Satu Kalimat, Singkat, Namun maknanya dalem.
Mati gue, Padahal gue udah bikin list mata pelajaran yang pasti gue bakalan Remed. Dan itu ada 3. Nah ditambah satu gara gara nih ekskul jadi empat. Alamat ga naik kelas ini. Alamat dikhitan lagi ini gue. Alamat jomblo lagi ini. Ga kebayang emak gue ngomel ngomel bawa gunting kuku sambil teriak nyunatin gue.
“AJAAANNGGGG…!!!!! MALU MALUIN AJA KAMU NAAAKK..!”

Akhirnya gue putuskan survey dulu, mana nih ekskul yang enak. Gue mulai searching di gugel. Nanya sana sini, nyocokin primbon. Ada satu ekskul yang waktu SMP gue kontra banget dah ama mereka.

Rohis

Nih ekskul kayanya enak buat gue, modal duduk sama kuping doang. Lu bisa dapet nilai tuntas men di rapot. Lagian juga ini ekskul yang menurut gue paling bener. Yaiya masa gue ikut rokris. Lagipula biar bisa pamer juga ke emak kalo dia nanya.

“Ekskul kamu apa nak ?, masih nendang nendang ngangkang itu ?”
“itu taekwondo bu, sekarang ajang udah masuk rohis” (kibas kibas rambut)
“masih semacem nendang nendang gitu itu ?”
“bukan ! tapi gigit duren, engga bu, jadi rohis tuh rohani islami ya religi gitu deh” (kibas kibas rambut lagi)
“bagus deh, coba sebelum makan doanya apa ?”
Emak gue belom bisa bedain mana rohis mana TPA al munawarah ternyata, 

Gue masuk rohis juga karena dua temen sebangku gue anak rohis. Moriz & Dura (Nama sebenarnya) Karena gue inget kalo yang berduaan itu yang ketiga setan, jadinya ya gue ikutan. Itung itung jadi setan tambahan.

Hari pertama masuk rohis, jam 8. Gue belom tau kalo ternyata di rohis itu sudah ada budaya ngaret. Dan gue gatau kalo ternyata mulainya jam setengah 10. Satu setengah jam gue bengong saudara saudara. Rasanya sih kaya elu udah terlalu ngarep tapi dibiarin gitu aja. Nyesek men.

Review gue untuk hari pertama saat itu adalah, gue pertama ngira rohis itu ekskul yang sangat sangat boring. Cuma ngedengerin orang ceramah doang. Tapi ternyata… dugaan gue bener. BORING. Interaksi hanya satu arah aja, atau memang gue ga ngerti apa yang diomongin sama pembicaranya. (waktu itu gue masih nubie banget masalah agama, ga kaya sekarang. Kalo sekarang mah gue udah jadi newbie senior)

Namun kesan hari pertama gue itu lama lama ilang. Ternyata di Rohis tuh ga cuma presentasi doang, ada Futsalnya juga. Iya Futsal, gue ulangin lagi, FUTSAL. Ga ga, ya futsal biasa aja. Gaada doanya. Ada lagi video islami. Gue makin kesengsem ajadah. Banyak orang orang yang lebih parah dari gue bisa jadi ustadz. Pokonya Recomended deh.
 
Hari demi hari gue lalui sebagai anak rohis yang belum bisa alim, walaupun gue anak rohis belom tentu bisa ngejamin salat gue bakalan 5 waktu. Jangankan salat, kadang kalo impian gue kandas aja gue masih sering select sama allah. Konyol kan ? konyol.! entah mikir apa gue waktu itu. Select ko sama tuhan. Bersyukur sampe sekarang gue belom dipanggil keruang BPnya Allah.

Makin lama rohis, gue jadi lebih semangat. Gatau kenapa hati gue rasanya terpanggil. Walaupun waktu itu gue belom hafal ayat kursi *emang lu sekarang apal ?* *kaga*. Gue mulai ikut deh tuh pengajian tiap malem minggu bareng sama sepuh RAS. Tadinya gue gamau, karena gue kira kaya pengajian anak kecil yang baca Qur’an terus dikasih nilai C. lah mati aja gue, mana idhgam bigunnah mana idhgam bilagunnah aja gue gatau waktu itu.

Review pertama ngaji sabtu malam (karena gue jomblo, jadi bukan malam minggu) itu pengajian keren men. Nambah banyak pengetahuan. Ustadznya ngajarin Hadits dengan bahasa yang umum. (walaupun agak BB18++) islam yang model kaya gue aja ngerti, dia bahas apaan. Jadi kaya ngobrol santai gitulah. Gue berasa nonton stand up comedy tapi versi religi. GOKIL.

Makin semangatlah gue rohis. Ya walaupun dengan rohis ala gue. Gue ga terlalu freak sama agama, tapi juga ga terlalu tertutup. Jadi seimbang lah. Kaya masalah penggunaan kata akhwat dan ikhwan, jujur aja nih. Gue lebih suka pake kata cowo dan cewe. Kenapa ? karena kita di Indonesia men. Bukan di arab. Rada risih aja sih, ya kesanya kaya gimana gitu. IMHO (In My Handsome Opinion) :P

Gue jadi inget perkataan gusdur yang maknanya sangat dalam namun lugas.
“Gitu aja kok repot”

Hari demi hari gue laluin jadi anak rohis yang belum bisa alim. Ada rapat gue gaikut rapat. Ada ngumpul gue gaikut ngumpul. Hasilnya tiap ada hari besar islam. Kan otomatis anak rohis jadi panitia tuh. Gue ga pernah dapet Name Tag. !! Ga hanya sekali. Tapi di semua acara gue ga pernah dapet itu yang namanya name tag. Cuma acara sanlat doang gue dapet name tag. Itupun gue udah kelas XI dan itupun nama gue salah.
Fajar Fachri Ramadhan (padahal nama asli gue Fajar Fachri Maulana Bin M. Maksum bin Madlan bin fulan bin fulan bin fulan. . . . . . . . . . .bin Adam as. Ehem gasombong ya, gue ini habib. Keturunan nabi. Nabi Adam )

Sebenernya yang selalu gue rasain di rohis ini kenyamanan sama rasa solidaritasnya men. Ekskul mana sih yang tiap ketemu anggotanya selalu salim sambil bilang kode rahasia. “Assalamualaikum” solidaritasnya juga bukan main, seneng bareng, duka juga bareng, nyontek bareng

Pokoknya feel yang gue rasain di rohis itu beda, ada sesuatu yang sulit deh gue jelasin. Padahal sewaktu SMP gue boleh dibilang hatersnya rohis. Kita sering cekcok masalah hari besar, atau acara acara lainya (ya waktu itu gue OSIS). Gue jadi tau deh masalah mereka saat gue alamin sekarang. Berat. Mungkin dapet hidayah kali yah gue, bisa masuk nih ekskul.

Dan, anak rohis yang ga pernah dapet name tag tadi entah kenapa dijadikan kandidat Ketua Rohis oleh para sepuhnya. Gue gatau apa dah yang ada di dalam pikiran kaka kelas gue waktu itu. Gimana bisa orang yang hampir buta masalah agama, bisa jadi pentolan ekskul yang notabenenya cermin akhlak di sebuah sekolah. Anak yang tadinya Cuma ikut ekskul rohis karena MALES, Minta nilai rapot instan dan karena cewenya banyak bisa dijadiin kandidat calon ketua.

Kandidatnya ada 4 waktu itu, Gue, Moriz, Dura, dan Fahmi. kita sepakat buat ngejalanin bareng nantinya, kita juga udah bikin komitmen. Gue pengen punya anak 2, moris 4 dura 5. (HHHasssaahhhh ini ngomonginin apa.)

“Siapapun yang kepilih nantinya, kita masih harus tetep satu. Jangan ada yang ngerasa dirugikan atau apalah itu. Label “ketua Rohis” Cuma formalitas aja, Kita mulai bareng bareng, Kita lengser bareng bareng” UU Rohis no 97 pasal 3 (yang ini gue ngasal)

Sebenernya kita berempat bisa dibilang pasangan yang serasi (cielah). Dura, bisa mengayomi. Moris Lemah gemulai. Fahmi pergaulanya bebas. Sedangkan gue, hmmmm Ganteng Tegas.
But the problem is, gaada diantara kita yang bener bener ngerti masalah agama. Namun seiring dengan berjalanya waktu. Mungkin Allah udah tau kali ya. Alhamdulillah tiap rohis pasti ada yang ngebimbing. Dan sampai saat ini, nih ekskul masih jalan walaupun menurut gue, gue gagal dalam mengayomi mereka. Ada beberapa temen gue yang out. Gue udah berusaha ngajak mereka tetep stay di rohis. tapi yah, tetep gabisa. Di sisa masa jabatan gue sebagai Wakil. kali ini bakalan gue ganti dengan anggota rohis cowo di kelas gue. Inshaallah bakalan gue rekrut, mereka semua. Inget nih. “Memertahankan lebih sulit daripada merebut”

Last, karena gue tau ini udah kepanjangan. Dan kalo semua pengalaman gue ditulis disini nantinya bakalan jadi buku. “Panduan Menjadi Anak Rohis KW19” Gue akhiri ajalah.

“Hidayah Allah bisa datang kapan aja, untuk siapa saja, dan dalam hal apa saja“ dalam hal kemalasan sekalipun hidayah allah masih tetap exis. Jadi Jangan pernah berpikir kalo Allah ngasih hidayah pilih pilih ya.  

Wassalamualaikum
Fajar Fachri M
Jakarta 04/05/2014

read more

Sunday, July 28, 2013

Tipe Tipe Orang waktu chating

Raut wajah Moriz tiba tiba murung, kegembiraan hati setelah dapet nomernya si doi seakan sirna gitu aja. udah 2 menit berlalu, dan udah 30 kali pula dia ngecek ulang hapenya buat mastiin smsnya udah dibales apa belum. ternyata belum, pikiranya mulai kacau. padahal baru 2 menit sejak dia ngirim sms itu ke gebetanya.

"Hi, Kamooeh Gyy Aphaa ?"

Moriz mulai ragu, terbesit di pikiranya "Jangan - Jangan si doi ga suka sama gue. atau jangan - jangan dia lagi pergi sama gebetanya, atau jangan - jangan ini nomer kakenya ?" pikirnya dalam hati. Hatinya mulai kacau, Pikiranya buyar. akhirnya dengan penuh keberanian akhirnya moriz nyoba buat nelpon. tapi kali pertama dia nelepon hasilnya nihil. diam. ga ada yg ngangkat, Gundahnya semakin menjadi. tapi bukan Moriz namanya kalo harus nyerah begitu aja. Telepon yang kedua.
*snap*
"Mmmm.. eeee Halo, mmaaf apa bener ini nomernya santi, ko ga bales sms saya sih ?"
"Ya bener ini nomernya santi, tp ini saya ayahnya. santinya lagi keluar. dengan siapa ini ?"
"oo lagi keluar. tapi bapak gatau saya kan ?"
"iya ini dengan dek siapa ya ?"
"alhamdulillah untung bapak gatau saya"
Tuut Tuut Tuut

Amanat kutipan cerpen diatas adalah "Jangan pernah Ngegebet bokapnya gebetan, jangan pernah"


Kadang, gue juga suka kesel sih sama orang yang kalo gue sms sekarang. jawabnya bisa 6 jam kemudian atau pernah bahkan baru besoknya. ya gue sih ga mau suudzon dulu, mungkin aja hapenya masih pake binary code. untung aja gue ga lagi kepepet. kalo lagi kepepet mah nantinya bakalan gue tuntut penjara 3 bulan dalem toilet + septik tank dalam ruangan. Haha (Lu aja sono jar. sama lele)

Malam ini gue mau bahas masalah orang orang ngeselin waktu chating/sms berdasarkan pengalaman gue (lagi).

oke langsung aja

1. Tipe Ngaret

"Eh hari ini pake seragam apa ?" 05:47AM
"Pake baju putih abu abu" 16:32PM
Keliatan kan kampretnya ? SMS jam berapa balesnya jam berapa. Iya gue tau mungkin aja pagi paginya dia lagi sibuk. tapi yang gue permasalain disini tuh kenapa balesnya waktu pulang sekolah. Bayangin aja waktu elu udah dirumah, lagi santai dan bentar lagi akan ada janji keluar, tiba tiba lu dapet sms kaya gitu. "Pake baju putih abu abu". siapa elu ? pacar bukan emak bukan nyuruh nyuruh. Daripada balesnya lama kaya gitu mendingan gausah dibales deh. inikan sama aja PHPin orang yang udah harap harap cemas nungguin balesan. Haha

2. Tipe Silent Reader

Biasanya tipe kaya gini bakalan ngeread pesan lu doang. balesnya ? nanti, kalo elu udah ngirim tuh pesan sebanyak 3 sampai 4 kali. Mereka seakan acuh aja sama pesan lu dan sibuk sama urusan mereka sendiri. masalahnya sih iya kalo di fasilitas messanger terbaru. kalian bakalan tau tuh pesan udah dibaca apa belum. nah di sms ? hal hal kaya ginilah yang bikin para jomblo lebih sering suudzon karena sms ketimbang fasilitas messanger lainya. termasuk gue.(lo curhat jar ?)

3. Tipe Ga niat


Pesan gue sih cuma satu. Jangan terlalu berharap perbincangan lo bakalan asik kalo udah ketemu sama tipe yang kaya gini. kenapa ? Karena tipe kaya gini biasanya langsung to the point. dan kalau urusanya udah selesai balesnya bakalan lama dan singkat.
"Eh Lo hari ini pake baju apa ?"
"Gue sih pake baju renang, kemaren kan ada pengumumanya."
"haha gue ga denger sih"
"oh"
"ohehe knapa ?"
"ga"
"sipdeh"
"ydh"

Ngeselin kan ? Apalagi kalo yang tipe kaya gini tuh cewek cakep kelas sebelah yang lagi lu deketin. Pasti bakalan kesel sendiri kan ? belom lagi nyari bahan obrolan yang pas. Pusing kan ?. Makanya gausah pacaran. #RekrutJomblo #Jomblonyaritemen

4. Tipe Kampret

Gue gak tau kenapa ada aja ya orang kaya gini. Yang gue maksud tipe kampret disini adalah orang yang bales smsnya lama plus singkat. udah lama, singkat. ya gue sih bukanya ngarep atau apa. tapi kadang ngeselin juga ngeliat tipikal makhluk kaya begini. kalo udah bukan masanya lagi atau udah kadaluarsa mbok ya jangan dibales. gue juga udah tau kali kalo problemnya udah solved alias udah selesai.
"Bro hari ini pake baju apa ?"
"Baju tidur bro, hari ini kan ada pelajaran Matematika, 4 jam lagi"
"oiya ya bro, thx deh"
8 jam kemudian
"sama sama bro"

Berasa pengen getok palanya pake buku MTK. Yang tebel terus isinya rumus semua, mungkin aja dengan begitu tuh rumus pindah ke kepalanya dia. eh kalo gitu sih gue juga mau digetok pake buku MTK. asal isi bukunya masuk semua sih gapapa. gue ridho, ikhlas. #hiraukan


5. Tipe Muka dua

Pernah gak sih lu lagi chat sama cewek dan tuh cewek balesnya cuma pake emoticon doang. Emangnya saat dia ngirim tuh sms muka dia bener bener kaya gitu.
"tapikan, itu buat ngungkapin gimana kita saat itu ?"
"ya tapi jangan bikin bingung orang juga kali."
sekarang apa yang lu pikirin ketika dapet pesan yang isinya gambar emoticon celana dalem. asli, gue pernah. ya gue kan jadi bingung maksud dan tujuan kenapa pesan itu dikirim. emang waktu itu dia cuma make celana dalem doang. atau mungkin mukanya lagi ditutupin celana dalem kaya tren ABG jepang saat ini.

Yang di dalem celana dalemnya cantik yah.


6. Tipe Hemat


"Eh gue tadi salah pake seragam lho"
"O"
"Lu tau kan tadi ?"
"Y"
"Ciee lu merhatiin gue ya ?"
"G"

Ini sih evolusi dari tipe ga niat tadi, tapi udah stadium yang lebih parah. cuma dengan satu huruf. tanpa harokat lagi. Gue juga pernah dapet sms yang kaya gitu, ya gue bales singkat juga dong.

"E"
"H"
"_"
"K"
"A"
"M"
"P"
"R"
"E"
"T"


Ya intinya sih kaya gitu, tapi kurang panjang. jadi kan dia susah tuh bacanya. mesti ngeja dulu dari satu pesan ke pesan lainya. belum lagi nanti kalo ada yang pending. kadang orang orang kaya gini sih yang bikin kita lebih kreatif. lu bisa kenapa gue engga ?. malah yang lebih panjang. haha

Yah mungkin itu aja dulu dari gue. berhubung dah malem juga. hoaamm ngantuk gue. kalo ada yang mau nambahin. monggo. bisa lewat komentar. atau facebook/fachrigm.

Selamat Malam semuanya, Semoga hari esok kita diindahkan oleh allah swt. Aamiin



Fajar Fachri Maulana 29 Juli 2013 00:08



read more

Tuesday, July 23, 2013

Tipe Tipe Anak Di Kelas Baru.


Gue bukan tipe orang yang mudah digauli. Bukan bukan, maksudnya gue gak gampang buat bergaul. Apalagi di kelas gue saat ini. dikelas baru gue yang biasa disebut. XI IPA 2 (SOMBONG lo jar, Masuk IPA lewat tes aja. Kimia lu emang tuntas ? *diem lo!!!!!*), ok hiraukan. mungkin dengan suasana yang baru, murid murid yang hampir semuanya baru, cewek baru.  Jujur gue minder, Dibandingkan dengan temen sekelas gue yang lain. Asli tampang gue IPS sendiri, baju kucel, muka berandal priuk, tas selempangan yang bahkan isinya cuma satu buah buku tulis lengkap dengan pulpen standar warna item. kenapa gue pilih pulpen standar ? karena daridulu gue percaya pulpen ini bisa menghilang dengan sendirinya. percayalah. dan gue ingin membuktikan kepada dunia bahwa hipotesis gue ini benar.

Gue masuk ke kelas, gue was was, lha ko isinya hampir cewe semua ?. *eh ternyata gue ini cowo lho* ini asrama cewe apa kelas ?. Kesan pertama saat gue masuk kelas adalah Cewenya cakep cakep. ya itu tadi, kenapa disini cowonya sedikit ? apa ini tanda kalo kiamat sudah dekat. dan tanda dajjal akan muncul dari kelas gue ?. (Inisialnya FFM, *ITU GUE..!!*) Gue itung pake rumus cosinus ternyata cowonya cuma 12. sekarang apa yang bisa lo harapkan dari 12 cowo ?. bikin boyband.

Karena setan biasanya mendiami ujung ujung ruangan. dan gue ga mau meninggalkan kebiasaan nenk moyang. Akhirnya gue milih bangku paling ujung belakang. Gue mulai mengamati, sembari menandai wilayah gue dengan air seni. Di arah jam 2 sana gue ngeliat sosok cewek putih, berkerudung, imut, anak rohis yang ternyata gak lain dan gak bukan adalah mantan gue yg sekarang jd cewek gue lagi. Kampret ko bisa sekelas lagi, padahal kan gue pengen nyari cewe lagi kangen kangenan kaya yang lain gitu. yah tapi dapetnya sekelas.

Berdasarkan hasil riset dan pengamatan gue selama sehari, ada beberapa murid yang bisa gue kategorikan sebagai.




1. Murid Jaim

Anak dikelas baru kita ini masih ragu ragu buat bergaul sama temenya, dan memilih buat bergaul sama temen sekelasnya dulu aja. Diem, Polos tapi mungkin 2 - 3 bulan kemudian mereka akan begajulan. ya intinya sih sok cool, biar dicap baik.
Presentase ada di kelas baru 50%
Evolusi kedepan akan jadi Murid Begajulan/Murid Rajin/Murid Pinter/Murid Pendiem/Murid Bego/Murid Terkenal.
Tingkat Observasi : Banyak namun seiring dengan waktu akan berkurang.
Cara penanganan : Ajak Ngobrol - Minta nomer hape - pedekate - jadian

2. Murid Begajulan

Intinya mereka udah gatau malu dari awal. Ngapain aja sesuka dia, nyeletuk ke guru, gapake sepatu, gamau disuruh maju, godain cewe, ya intinya sih gitu. tapi percayalah biasanya spesies seperti ini akan jadi asik di kemudian hari. dan kelas kalian akan jadi seru.
Presentase ada di kelas baru 1%
Evolusi kedepan akan jadi Murid Asik/ Murid Bego/ Murid Terkenal
Tingkat Observasi : Langka dan terancam punah.
Cara Penanganan : Biarkan saja dia melakukan apa yang dia suka.

3. Murid cacing kremi

Kenapa gue bilang cacing kremi, karena kerjaanya ngumpuu....lllllll mulu bareng temen sekelasnya dulu. seakan mereka ga membuka pintu buat dunia luar. kalo udah masuk kekelas nih terus ngumpul, bakalan susah buat dipisahin. ya mirip mirip cacing kremi lah. lu ngeden ampe voldemort punya idung juga ga bakalan keluar. tapi di semester depan juga akan membaur.
Presentase ada di kelas baru 20%
Evolusi kedepan akan jadi Murid Asik/ Murid Bego/ Murid Pinter/ Murid Galak
Cara penanganan : Gunakan Obat cacing kremi, dan mereka semua akan pergi ke kamar mandi secara terpisah. simple.


4. Murid Gadget

Laptop full hd dengan dvd bajakan, plus tablet multifungsi talenan cabe. belom lagi hapenya yang layar sentuh segede alas sepatu. gue gatau alesan mereka bawa itu semua untuk apaan. tapi gue liat ada. tipe kaya gini sih biasanya susah diajak kompromi.
Presentase ada di kelas baru 5%
Evolusi Kedepan akan jadi Murid Asik/ Murid Nerd/ Murid bego/ Murid Pinter
Cara Penanganan : Ambil satu gelas air, Siramkan ke gadget mereka. *akibat ditanggung sendiri*


5. Murid Rajin

Padahal ga ada guru, kelas bebas, dan bahkan gue bisa tidur dengan nyenyak. mereka justru asik membaca buku atau ngitung rumus pelajaran. gue gatau apa emang otak mereka udah disetting sama emaknya buat belajar apa emang inisiatif mereka sendiri. gue ? kayagitu ? nanti deh kalo remed. wkwk
Presentase ada di kelas baru 15%
Evolusi kedepan akan jadi Murid Baik/ Murid Pinter
Cara Penanganan : Ambil Bukunya, Bakar


6. Murid Baik

Dari awal masuk murid kaya gini biasanya udah baik banget, ramah, ga jutek. berbanding terbalik dengan Murid Jaim. Murid tipe kaya gini justru malah enak diajak ngobrol ngalor ngidul. intinya sih mereka temen yang baik. tapi entah untuk dalemanya kaya gimana. wallahualam
Presentase ada di kelas baru 9%
Evolusi kedepan akan jadi Murid pinter/ Murid rajin/ Murid terkenal
Cara penanganan : Tanya Alamat Rumahnya, Lamar. (kalo cowo ?, *jadiin pacar* bego lu jar)


Mungkin Itu aja dulu riset ngawur ala gue. jangan jadiin ini jadi pedoman. karena gue yakin lama kelamaan jua kelas kalian akan solid. cara ngetesenya ? gampang. Kesolidan sebuah kelas akan teruji saat ulangan. kalo mau ngasih contekan, nikahin. dah gitu aja sih.

"Alur akan menyatukan semuanya".

"Baru bukan berarti yang terbaik, Cuma pilihan untuk jadi yang lebih baik lagi"



"Jangan menilai seseorang dari luarnya aja, walaupun luarnya jelek isinya belom tentu bagus"



Fajar Fachri Maulana 23 Juli 2013
picture source :
facebook.com/fetrieimuetz
google.co.id
read more

Wednesday, July 3, 2013

Manfaatkan hari, atau mati

"Seize The Day, Or Die
Regreting the time you lost
its empty and cold without u here
too many people to ache over" -  Seize The Day by A7X

Lagu yang ngingetin gue betapa berharganya waktu dan kesempatan. Lagu yang baru gue sadari setelah satu persatu keinginan gue kabur.

Entah kenapa gue jadi pengen cerita tentang kesempatan, atau pilihan

Manfaatkan hari atau mati. mungkin kalau tuhan berprinsip seperti itu, sekarang gue udah kaku. Tidur bareng semua perasaan menyesal dalam satu tempat kosong. Gelap, Sendirian (Jomblo), Tanpa adanya lagi angan dan harapan. Intinya gue sangat menyesal. Udah banyak kesempatan yang gue dapat dan yah pilihan gue salah. mengabaikan dan menganggap remeh semuanya. mengecilkan sesuatu yang pada akhirnya hanya akan memunculkan kalimat "kenapa dulu gue gak begini" "bego banget gue dulu" "aturan ade gue udah kejual daridulu"

Mati, Kalau allah berkehendak begitu mungkin gue udah ga ada disini, itulah salah satu kesempatan yang baru gue sadari. baru gue renungkan dan pikirkan. Kesempatan yang udah dia berikan dan amanatkan ke gue. Sebelumnya dia juga udah negor gue 2 kali. Dan gue sadari saat itu gue belum benar benar sadar. yah gue hampir mati 2 kali. dan mungkin ini kesempatan ketiga gue untuk hidup.

Pertama, Gue Jatuh dari mobil bak saat lg asik bm"an. bukan bukan. bukan lg bbman. tapi bm - bman. itu lho yang biasa dilakuin sama bajilo. ya persis kaya gitu. cuma bedanya kalau mereka nyari nafkah. gue sama temen nyari kesenangan (dan kematian). namanya aja BM Berani Mati.

Gue bertiga sama temen gue. sebut saja pimen dan bengek. waktu itu malam hari, kalau ga salah sih malem sabtu jam 11. Seperti biasa kita berhentiin dulu salah satu kendaraan yang mau kita tumpangi. istilah sininya si "Mantek". Temen gue si  bengek yang mantek. dia berdiri dengan tegap ditengah jalan sambil angkat tangan agar kendaraan ga bisa lewat. pilihanya sih mobil bak warna hitam.jangan tanya gue kenapa hitam. apalagi tanya harganya. percayalah. gue bukan dealer. ok back to pimen. gue dan si pimen akhirnya naik dengan selamat. tapi naas. si bengek ketinggalan. dia belum naik tapi mobil udah tancap gas duluan.  akhirnya dia lari larian. gue panik, pimen nangis dan akhirnya kita berdua jadian. gue panik. pimen juga panik. kasian si bengek lari larian gitu. ga akan kekejar pikiir gue. mobilnya juga kenceng banget. gue injek injek bodi mobilnya tapi si supir ga mau berhenti. tanpa pikir panjang gue langsung bilang ke pimen. (kec. mobil kira - kira 60km/h)
"Men, gue loncat duluan. abis itu elu. nanti gue tunggu disana"
Entah apa yg gue pikirkan waktu itu. Melompat adalah ide gila. Kalau gue flashback lagi yang ada di otak gue cuma "bego banget gue dulu" yah mungkin itu. Gue loncat dengan segenap kekuatan.
dan yap. hal gila pertama yang gue lakukan membuahkan hasil. gue udah ga inget apa apa lagi dan tau tau udah banyak orang disekitar gue. salah satu penonton bahkan memberikan gue minum. gue berasa kaya monyet yang ditontonin tapi ga dikasih uang. parah. bukanya nolongin atau syukur syukur ngasih duit gitu ke. (ngarep)
"Rafi mana ? Ibu mana ?" dan gue nangis.
itu kata kata pertama yang gue ucapkan kata si pimen. waktu itu gue bahkan lupa rumah gue dimana. tapi alhamdulillah besoknya sih udah inget lg. jangan khawatir. souvenirnya ? ouu ada. luka benturan di jidat sebelah kanan dan siku tangan kanan cukup bikin gue kapok.
Sinopsisnya sih.
Mobil kenceng -> loncat -> gue gelinding -> kelindes konteiner -> Mati

Atau

Mobil kenceng -> Loncat -> gue kebentur dengan keras -> Mati

Tapi allah berkehendak lain

Mobil kenceng -> Loncat -> gue lupa -> Bangun -> Topeng monyet dadakan.

Lihat betapa allah telah dan lagi lagi memberikan gue kesempatan.

tapi satu yang bikin gue bingung. ko pimen gak kenapa napa ? jangan jangan dia ga loncat  ? wah ga solid tuh anak. tapi ternyata emang bener. dia ga loncat. lha wong setelah gue loncat dia teriak teriak ke sopirnya minta tolong ada yg jatoh. eh si sopir langsung berhenti. (kampret).  si bengek ? gue gatau. mungkin betisnya udah jadi lebih atletis.

itu pengalaman pertama.dan lu pasti bingung kenapa gue mesti bersyukur masih dikasih hidup ?. gue pernah baca kalau kepala manusia hanya tahan benturan di kecepatan 20km/h itu sebabnya pengendara motor disuruh pake helm. dan gue ? udah ga pake helm masih hidup. belum lagi kalau saat gue loncat ada kontainer di belakang. gue bakalan mati hancur.  itu salah satu kesempatan yang udah dia berikan buat gue. buat bernapas lagi, menghirup aroma kehidupan.

Kedua, Kiri Kontainer Depan kontainer. kejadianya baru baru ini. yah mungkin 2 bulan yang lalu lah. saat gue mau berangkat ke neraka (baca: sekolah). karena waktu itu abis ujan jalanan juga jadi basah dan jadi keset keset gimana gitu. >_<  seperti biasa. gue pacu si jagur konstan di kecepatan 70km/h. lalu di depan gue ada kontainer bermuatan petikemas yang jalanya lamaaaaaaa. ya namanya priuk. pemandanganya ya kalo ga kontainer petikemas ya abg sma. insting anak muda gue jadi bergejolak. gue geber si jagur  sampe 90km/h. niatnya sih mau nyalip dari kanan. mumpung sepi. gue ambil kanan terus jalan ditengah tengahnya jalur kanan. inalilahi. lagi lagi insting hewani gue salah. dari arah sebaliknya ada kontainer lagi. gue tepat di tengah tengah jalurnya dia. gue mau ambil kiri ada kontainer yang mau gue salip tadi. ambil kanan pasti jatoh karena di kecepatan segitu dan ada batu gede. gue pasti oleng. terus kelindes. ya mejret juga gue. ga mungkin juga waktu itu gue ngitung dulu pake rumus peluang. berapa persen gue idup kalo kekiri. berapa persen kalo ke kanan. berapa persen kalo tabrakan. masa iya gue harus nyari sampel dulu.

90km/h dengan pilihan yag hanya beberapa detik sebelum mati. gue kebingungan. panik. akhirnya gue milih ngerem sejadi jadinya (hard breaking) sampe ban belakang gue ngesot kedepan. gue bener bener panik. waktu itu gue udah pasrah. ya allah kalau emang ini saatnya kau cabut nyawaku. iya gue udah ngucap gtu bahkan 2 kalimat syahadat.

Dan Ciiiiiiiiiiiiiii........ttttttt........

Syukur alhamdulillah si konteiner di depan gue itu juga ngerem lalu berenti. kita sama sama berenti total di jarak yang gak sampai 1 meter. bayangin aja. klw gue ga ngerem sepersekian detik sebelumnya mungkin gue udah tabrakan. dan nantinya bakalan ada headline koran bertuliskan "Konteiner vs Motor, seorang Remaja jomblo tewas"

2 pengalaman yang membuktikan bahwa allah telah memberikan gue kesempatan untuk hidup. atau mungkin lebih dari 2 atau bahkan puluhan, atau ratusan kesempatan.

Semua ini baru gue sadari setelah kesempatan gue untuk masuk IPA mengecil. akibat dari mengecilkan pelajaran, menyepelekanya. dan akhirnya gue jugalah yg menuai hasilnya. Kimia gue  ga tuntas. Selamat Jar Kamu kurang ikhtiar. mungkin itu yang di pikirin jin qorin gue saat ini. Impian gue ke ITS, Impian gue untuk kerja bareng bokap. mulai terhalang kabut yang gue sebut kimia.

Lho kenapa nyambungnya ke pelajaran. Ya itu dia, gue baru sadar kalau allah itu baik. Dan gue udah menyia nyiakanya. Dia telah memberikan gue banyak kesempatan. Jangankan untuk di pelajaran, bahkan untuk hidup aja dia udah ngasih gue kesempatan. Ga sekali tapi dua.

Karena apa ? karena gue ga memaksimalkan kesempatan yang udah dikasih sama allah. yang dititipkan ke sekolah. ya itu tadi. IPA. Gue pengen nangis saat denger nyokap bilang "jar tanggal 15 ada tes, belajar yang bener yah" . iya kayanya gue gabisa masuk ipa secara langsung. mesti tes dulu. dan inilah hasilnya. inilah hasil yang gue raih. penyesalan. kenapa dulu gue ga belajar ?. kenapa dulu gue ga dengerin pa guru ngomong ?. kenapa dulu gue santai santai aja ?. kenapa dulu gue bego banget ?. kenapa dulu gue seakan acuh sama pelajaran ?. dulu dulu dulu dan dulu. mengapa dan mengapa. pertanyaan bodoh yang terus terngiang di kuping gue.

Gue bukanya ga suka sama IPS atau terlalu gaya. engga. gue cuma pengen nerusin ke jurusan listrik di Perguruan tinggi nanti. udah itu aja.

"Semua yang kuinginkan, menjauh dari kehidupan" Peterpan Di Balik Awan.

Lirik diatas pas buat gue sekarang. karena dulu gue ga belajar. dan untuk sekarang sebisa mungkin akan gue rubah tuh lirik menjadi.

"Buka sitik Jos..!!"

iya. gue pengen buka sedikit sedikit kesempatan yang udah ketutup dengan celah yang ada. kesempatan yang udah gue hiraukan. Kesempatan yang udah gue abaikan. merubah penyesalan menjadi senyuman. Dan gue tau itu ga mudah. Gue berharap dengan tulisan ini dibuat, agar jadi motivasi tersendiri buat gue. Penyemangat.

fulan bin fulan : "alah percuma udah ga bisa, udah telat"
gue bin maksum :"lebih baik telat daripada engga sama sekali"

kerjakan atau hiraukan -> senyuman atau penyesalan

Manfaatkanlah apapun kesempatan yang telah orang lain berikan. Manfaatkan hari, atau mati.

"kesempatan engga datang dua kali, tapi kitalah yang berusaha agar kesempatan itu datang tiga kali." pimen 16th pelajar.

Fajar Fachri Maulana 06 Juli 2013 00:36

Update 28/7/13 : alhamdulillah gue masuk IPA.. Makasih doanya ya semua.. ^^.

read more
Blogger Template by Clairvo